NILEK

JAKARTA (bisnis.com): Dirjen Pendidikan nonformal dan informal, Depdiknas, Hamid Muhammad mengatakan pihaknya memberi batas waktu hingga akhir 2009 bagi pemilik lembaga kursus untuk memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (Nilek).

“Tujuan dari Nilek untuk memastikan jumlah, sebaran, dan berbagai data kelembagaan yang sangat berguna untuk perencanaan, penyusunan kebijakan, dan pembinaan. Oleh karena itu tahun 2010, kami memberlakukan Nilek sebagai data dasar keberadaan lembaga kursus,” ujarnya.

Hamid mengatakan dengan memiliki Nilek maka lembaga kursus dapat mengajukan beasiswa bagi peserta kursus. Dengan demikian dalam pendidikan nonformal, masyarakat juga berpeluang meningkatkan ketrampilan lewat program beasiswa yang dananya disediakan Depdiknas.

“Untuk itu dilakukan pendataan lembaga kursus secara online dan bagi lembaga kursus yang belum terdaftar dalam Nilek online, maka tidak boleh mengakses dana blockgrant baik program maupun blockgrant sarana dan prasarana,” jelasnya.

Pihaknya juga tidak akan melayani akreditasi lembaga kursus tersebut, tidak dilayani penilaian kinerjanya, tidak akan melatih pendidik dan tenaga pendidiknya, tidak akan diikutikan pada berbagai event baik sekala lokal, nasional maupun international.

“Jadi tegasnya kalau lembaga kursus tidak memiliki nomor induk lembaga (online) di website www. Infokursus.net dianggap illegal oleh dinas pendidikan kab/kota, provinsi atau Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan (Ditbinsuskel), Depdiknas di tingkat pusat.”

Menurut dia, masalah pokok yang dihadapi sektor pendidikan nonformal adalah adanya persaingan dunia kerja yang begitu ketat karena ketergantungan industri yang tinggi terhadap tenaga kerja handal, memiliki keterampilan dan keahlian yang tinggi, sedangkan penyediaannya terbatas.

Selain itu, kurangnya pengetahuan dan pemahaman sebagian besar masyarakat Indonesia tentang pendidikan nonformal khususnya kursus sebagai alternatif untuk menghadapi persaingan dunia kerja dan menciptakan peluang usaha.

Ditjen PNFI Depdiknas sejak 2006 mengadakan Pameran Kursus dan Pelatihan untuk mensosialisasikan dan mempromosikan berbagai jenis lembaga kursus kepada masyarakat. Pameran Kursus dan Pelatihan Tahun 2009 tengah digelar di Blok M Square, Jakarta pada 13-16 Agustus.

Hamid menambahakan 10 jenis kursus terbanyak di seluruh Indonesia adalah komputer 2.895, lembaga, Bahasa Inggris 2.570, menjahit dan merancang busana 1.463, tata kecantikan kulit dan rambut 734, bimbingan belajar (bimbel) 641, akuntansi 389, tata rias pengantin 342, mental aritmatika dan sempoa 203, bahasa Mandarin 193, kursus mengemudi 160 lembaga. (tw)

Be Sociable, Share!

Coment On Facebook