Subscribe: RSS Twitter

otokir-utamaNDUSTRI otomotif AS harus beralih ke teknologi ramah lingkungan. Selama bertahun-tahun perusahaan otomotif AS telah banyak menghabiskan dana dan waktu, membuat mobil berukuran besar dan kencang yang boros bahan bakar. Detroit tidak peka terhadap perkembangan kondisi dunia, karena itu harus ada perubahan besar pada kebijakan energi. Pertanyaannya bukan bisakah, tetapi bagaimana, bukan juga apakah, tetapi kapan. Untuk keamanan ekonomi, pekerjaan, dan planet kita, ketergantungan pada minyak bumi harus diakhiri sejak saat ini. (Barack Obama)
.
ANJLOKNYA pasar otomotif global pada 2009 menyebabkan pabrikan dan pemerintah negara mengeluarkan kebijakan baru. Perusahaan otomotif AS melakukan perubahan paradigma, dari semula fokus pada mobil berkapasitas mesin besar beralih ke mobil irit BBM. Sementara di Eropa, sejumlah negara mengeluarkan insentif khusus untuk mengangkat penjualan produk otomotif.

The big three General Motors, Ford, dan Chrysler semakin serius memproduksi mobil efisien yang hemat BBM. Strategi ini secara kasat mata, tampak jelas pada pameran mobil terbesar di Amerika Utara, North American International Auto Show (NAIAS) 2009 di Detroit yang dibuka pekan lalu.

Diakui Presiden dan CEO GM Rick Wagoner bahwa pameran tahun ini berlangsung dalam suasana sulit karena penjualan mobil di AS merosot tajam. Pasar AS yang merupakan terbesar di dunia diprediksi hanya 10,2 juta unit pada 2009 atau menurun tajam dari pencapaian 13,2 juta unit tahun lalu. Pada kondisi normal, pasar mobil AS mencapai penjualan rata-rata 16 juta unit per tahun.

GM berupaya mengubah citranya menjadi pabrikan yang mengerti pasar dan selera konsumen AS serta global. GM menghadirkan city car Chevrolet Spark berkapasitas mesin 1.2 liter dan crossover Equinox yang irit serta ramah lingkungan.

Ford mengunakan kesempatan pameran, untuk mengumumkan strategi bisnis terbaru mereka 2009 yaitu mulai memajang kendaraan hibrida dan listrik diler mereka. Executive Chairman Ford Bill Ford Jr. mengatakan, strategi perusahannya memenuhi harapan masyarakat akan teknologi tinggi ramah lingkungan, sekaligus membatasi penggunaan minyak bumi. Ford berencana memproduksi minivan bertenaga listrik yang dipasarkan 2010.

Perusahaan otomotif AS lainnya, Chrsyler meluncurkan mobil listrik 200 EV dan sedan sport Dodge Circuit EV sebagai bagian dari komitmen untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan. Mobil ini mampu melaju sejauh 321 km dengan sekali isi ulang baterai. Bahkan, Chrysler mengumumkan pembuatan Jeep Patriot hibrida 2011.

**

SEMUA perubahan ini seiring dengan tekad presiden terpilih AS, Barack Obama, untuk mengubah AS menjadi negara yang peduli akan penghematan bahan bakar dan lingkungan hidup. Bahkan, Obama yang akan dilantik Selasa (20/1) berencana menginvestasikan dana 15 miliar dolar AS per tahun, untuk penelitian sumber energi alternatif, termasuk pengembangan mesin hibrida, listrik, dan ramah lingkungan.

Tugas perdana Obama adalah menetapkan standar mobil irit bahan bakar untuk tahun produksi 2011. Standar ini harus diselesaikan sebelum 31 Maret mendatang. Pemerintahan George Walker Bush, memutuskan menunda peraturan mengenai pabrikan mobil harus memproduksi kendaraan hemat bahan bakar, termasuk jenis truk ringan, pekan lalu.

Penundaan ini dilakukan, karena industri otomotif AS dinilai Bush masih membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan dengan kebijakan itu akibat krisis keuangan. Padahal, sebelumnya 2007, Bush dan Kongres telah menyetujui perjanjian agar mobil di AS lebih hemat bahan bakar.

Menurut juru bicara Obama, seperti dilansir Bloomberg, Jen Psaki, presiden terpilih sudah berkomitmen untuk membuat mobil-mobil AS lebih efisien lagi. Obama mengatakan, industri-industri mobil AS akan tumbuh maju bersaing seimbang dengan pabrikan Jepang. Target Obama adalah menghadirkan 1 juta unit mobil plug-in hybrid di jalanan AS 2015.

Oleh karena itu, Toyota juga mempercepat peluncuran mobil berteknologi canggih itu, yang baterainya dapat diisi ulang seperti telefon seluler pada akhir 2009. Ini untuk mengantisipasi GM yang berencana meluncurkan Chevrolet Volt 2010. Mobil hibrida plug in dipercaya mampu mengangkat kembali minat konsumen, untuk membeli mobil pada 2010.

Sementara itu, merosotnya pasar otomotif saat ini telah menyebar rata di seluruh kawasan. Penjualan mobil di Eropa dilaporkan menurun 16% Desember lalu. Analisis kredit dari Credit Stuart Person mengatakan, tren penurunan ini akan terus berlangsung di Eropa sepanjang 2009. Penjualan mobil global juga akan terpengaruh, sehingga mengalami penurunan hingga di atas 10%.

Pemerintah negara-negara di Eropa dan Komisi Uni Eropa, berupaya mengangkat penjualan industri otomotif yang mempekerjakan 2,2 juta penduduk, dengan mengeluarkan insentif khusus. Bentuknya berupa pengurangan harga bagi masyarakat yang membeli mobil ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. (ovi)***

.

Be Sociable, Share!

Coment On Facebook

Leave a Reply

© 6422 Irwan Putra · Subscribe: RSS Twitter · Irwantra Media designed by idp technology