Subscribe: RSS Twitter

DSCF4038Peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran dan pelatihan dalam perkembangannya sangat bervariasi kemampuan intelektualnya (diffrently-abled) dan pendidik hendaknya membantu peserta didiknya untuk bertahan dan dapat mempelajari standar kompetensi tertentu. Dengan demikian lembaga pendidikan dan pelatihan sebaiknya menciptakan suatu model pembelajaran yang variatif dan memberi ruang terhadap kemampuan yang bervariasi pula.

Pembelajaran remedial merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran reguler, dan hanya dilakukan terhadap peserta didik yang memerlukan proses pembelajaran tambahan. Paling tidak ada dua tujuan pembelajaran remedial ini. Pertama, setiap peserta didik berbeda dalam kemampuan belajar dan penerimaan inputan materi pelajaran, berbeda dalam standar akademik,  dan berbeda pula dalam kinerja akademik.

Pembelajaran remedial harus dirancang sesuai dengan tingkat penguasaan dan penerimaan peserta didik,  sehinga pembelajaran lebih mengarah kepada bimbingan secara individual untuk membangun pengertian dan konsep dasar, menuntaskan metode, meningkatkan kepercayaan diri dan menguatkan epektifitas belajar.

Kedua, melalu pembelajaran remedial, pendidik menyiapkan pelatihan yang mengembangkan generic skills, meliputi : hubungan antar personal, komunikasi yang lebih epektif, pemecahan masalah, mengelola diri sendiri dan perubahan, belajar dan berfikir mandiri, mengembangkan kreativitas, dan penggunaan teknologi sebagai sumber belajar. Pembelajaran remedial juga diarahkan untuk pemahaman pda belajaar sepanjang hayat (life long learning). Membantu mengembangkan sikap positif dan pengembangan karir.

Peserta didik yang tergolong dalam kelompok yang harus di ikutkan kedalam kelompok pembelajaran remedial, biasanya mengalami kesulitan dalam beberapa hal berikut ini:

  1. Relatif kurang dalam kemampuan mengingat pelajaran
  2. Kurang konsentrasi dan mudah terganggu dengan sesuatu yang menarik perhatian di sekitarnya pada saat pembelajaran
  3. Relatif lemah dalam kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh
  4. Kurang dalam hal memotivasi diri untuk berhasil
  5. Kurang memiliki kepercayaan diri
  6. Lemah dalam kemampuan memecahkan masalah
  7. Sering gagal dalam menyimak suatu gagasan dari informasi yang diterima
  8. Mengalami kesulitan dalam memamahami konsep yang abstark
  9. Gagal dalam menghubungkan antara satu konsep dengan konsep berfikir lainnya
  10. Memerlukan waktu yang relatif lebih lama dari pada peserta didik lainnya dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.

Keberhasilan seorang peserta didik, sangat tergantung kepada pendidiknya. Dan tentu semua pendidik menginginkan peserta didiknya berhasil dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Untuk itu Pembelajaran Remedial adalah pilihan yang mungkin harus dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran dilakukan denngan tuntas dan berhasil sesuai harapan…Semoga/Irwan.P

.

Be Sociable, Share!

Coment On Facebook

Leave a Reply

© 6350 Irwan Putra · Subscribe: RSS Twitter · Irwantra Media designed by idp technology