Subscribe: RSS Twitter

Menuju LKP Mandiri

Upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan pemberdayaan sekolah dalam mengelola institusinya, telah dilakukan Departemen Pendidikan Nasional sejak lama. Sebelum diberlakukannya otonomi daerah, sekolah diperkenalkan dengan program pemberdayaan sekolah melalui Pengembangan sekolah seutuhnya (integrated School Development) disingkat SID, kemudian pada era otonomi daerah muncul program pemberdayaan sekolah melalui manajemen berbasis sekolah (school Based Management) disingkat MBS.

SID dan MBS namanya berbeda tetapi jiwanya sama, yaitu kedua-duanya mengedepankan pemberdayaan sekolah dalam mengelola institusinya. SID adalah idennya sedangkan MBS adalah cara bagaimana melaksanakan dan mengelola ide tersebut.

Pertanyaan kemudian adalah bagaimana dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan?, untuk itu disini kita akan coba membahas apa, mengapa dan bagaimana Ide tersebut diadaptasikan kepada Lembaga Kursus dan Pelatihan.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan non formal dan informal kita, salah satunya melalui program program yang dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Ditjen PNFI.

Upaya yang telah dilakukan itu antara lain : Berbagai pelatihan dan penginkatan kompetensi managemen LKP, peningkatan kompetensi pendidik,  pengadaan modul dan bahan ajar lainnya, bantuan perlengkapan sarana dan prasarana, mempasilitasi pembentukan Lembaga sertifikasi kompetensi dan TUK, serta program-program subsidi kursus kewirausahaan masyarakat.

Namun berbagai indikator menunjukkan bahwa mutu pendidikan melalui lembaga kursus dan pelatihan masih belum memuaskan, dan belum meningkat secara signifikant. Sebahagian kecil saja lembaga kursus dan pelatihan yang menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namus sebagian besar lainnya masih harus terus meningkatkan diri. Setidaknya indikator ini tercermin dari hasil penilaian kinerja Lembaga Kursus dan pelatihan tahun 2009.

Maka wajar saja apabila berbagai pihak memiliki pertanyaan apa yang belum pas dalam penyelenggaraan pendidikan non formal dan informal kita terutama pada Lembaga Kursus dan Pelatihan. Dari berbagai pengamatan dan analisis ada dua hal pokok yang menyebabkan mutu lembaga kursus dan pelatihan belum mengalami peningkatan secara signifikant.

Pertama : Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan yang menganggap bahwa apabila semua komponen pendidikan seperti pelatihan pendidik, pengadaan buku dan bahan ajar, bantuan sarana dan prasarana telah dipenuhi, maka hasil pendidikan yang dikehendaki yaitu mutu pendidikan secara otomatis akan terwujud. Padahal dalam kenyataan dilapangan proses pendidikan dan pelatihan sangat menentukan hasil lulusannya, dan pada komponen inilah tidak bisa dijamin keberlangsungannya.

Kedua : Peran serta masyarakat termasuk pengelola lembaga kursus dan pelatihan, belum memiliki arah dan tujuan yang jelas (visi dan misi red), secara umum lembaga kursus dan pelatihan kita masih mengharapkan bantuan yang bersifat dukungan dana dan pembiayaan, bukan dukungan untuk memperkuat proses pendidikan dan latihan. Masih banyak ditemukan lembaga kursus dan pelatihan yang tidak akuntabel terhadap hasil pendidikan dan pelatihannya kepada masyarakat, padahal masyarakat adalah salah satu unsur terpenting dalam menjamin eksistensi lembaga kursus dan pelatihan.

LKP Yang Kuat dan Mandiri dengan KBK

Jika pada uraian di atas ada istilah SID dan MBS, mungkin LKP juga perlu melakukan hal yang sama. Kita beri saja istilahnya KBK, bukan kurikulum Berbasis Kompetensi, tapi Kursus Berbasis Kemandirian, walaupun kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu penyangganya.

Kursus Berbasis Kemadirian adalah satu alternatif pilihan menuju LKP yang kuat dan mandiri, dalam hal ini Lembaga kursus dan pelatihan tidak lagi sekedar mengharapkan dan menunggu bantuan pemerintah, tetapi berjalan dan bekerja dengan kemampuan sendiri. Tentu kinerja lembaga kursus dan pelatihan yang tinggi adalah akhir dari tujuan ini, karna dengan kemandirianlah eksistensi LKP bisa dipastikan kesinambungannya. Mengapa harus dengan Kursus Berbasis Kemandirian? setidaknya ada beberapa hal yang mendasarinya :

  1. Lembaga kursus dan pelatihan lebih mengetahu kekuatan dan kelemahan secara internal di masing-masing lembaga yang di kelola, hal ini juga menyangkut terhadap peluang dan ancaman serta strategi yang mungkin dapat diterapkan. sehingga segala informasi dapat digunakan sebagai masukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia.
  2. LKP lebih tau tentang komponen pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
  3. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh LKP menjadi lebih tepat sasaran dan dapat meningkatkan epektifitas dan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan
  4. Penggunaan sumber daya pendidikan akan lebih efisien dan epektif  jika melibatkan masyarakat sebagai kontrol kualitas
  5. LKP dapat mempertanggung jawabkan hasil hasil pendidikan dan pelatihan kepada semua pihak yang berkepentingan, dan dapat segera dengan cepat merespons segala aspirasi terhadap lingkungan yang berubah-ubah.
  6. Dapat berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan dan mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan
  7. Lembaga kursus dan pelatihan dapat melakukan kompetisi yang sehat dengan LKP lain dalam rangka peningkatan mutu dan kompetensi lulusan

Kursus Berbasis Kemandirian adalah satu pilihan dalam membangun Lembaga Kursus dan Pelatihan yang dapat bertahan sepanjang waktu, walaupun pemerintah memiliki program-program intensif dalam mensubsidi pendidikan masyarakat, hal itu tidak serta merta bisa dilakukan untuk semua lembaga kursus dan pelatihan. Bukan hanya karena anggaran biaya yang tidak selalu leluasa, tetapi juga kriteria dan prosedur yang disyaratkan tidak dapat di akses oleh semua lembaga kursus dan pelatihan.

Kursus Berbasis Kemandirian adalah satu keniscayaan, dan hal ini sangat bergantung kepada penyelenggara dan pengelola. Maka semestinya kita kembali merenungi latar belakang apa yang mendorong kita semua membangun lembaga kurus dan pelatihan, tentu jawabannya akan memberikan jalan keluar yang segera./Irwan Putra. ///to be continou.

 

.

Be Sociable, Share!

Coment On Facebook

Leave a Reply

© 6379 Irwan Putra · Subscribe: RSS Twitter · Irwantra Media designed by idp technology